# Y a h o o ! #
Yahoo! : moscap_jam

Tidak... aku tidak akan bercerita tentang Selebritis terkenal yang menjadi Idola, juga bukan pejuang kemerdekaan yang aku belum pernah bertemu dengannya, apalagi para birokrat yang menghisap uang rakyat. Aku akan bercerita tentang Cipluk.
Cipluk adalah seekor kucing putih abu entah keturunan apa. sekitar 13 tahun yang lalu, ketika beberapa bulan menempati rumah di Ciampea, rumah kami kedatangan seekor kucing betina kurus, kudisan, kotor, dan jelek. Ia datang dan menumpang tidur di kardus bekas indomie yang jadi tempat sampah kosong saat itu.
Karena iba, kami memberi makan dan menamainya Cimot. Ia lalu beranak dan mulai merepotkan kami, beberapa kali kami membuangnya, namun ia selalu dapat menemukan jalan pulang.
Diantara semua anaknya, hanya Cipluk yang bertahan hidup. Kucing jantan itu dominasi warna putih, sedikit corak abu2, bersih, dan lucu. Ia dan saudara2nya dulu tidur di helm bekas yang kami namai "Helm Kucing". Selain Cipluk, kami juga sempat memelihara si Belang yang nakal dan suka mencuri yang dipungut di tengah jalan oleh Alm. Papah sebelum akhirnya si Belang lebih betah tinggal di tetangga.
Ketika aku SMA Kelas 2, kondisi ekonomi keluarga mengalami kesulitan yang sangat, hingga kami tidak sanggup lagi memberi makan cipluk bahkan hanya sekedar remah-remah nasi. Kami lalu berkata "Cipluk, maafkan kami, kami tidak sanggup lagi memberi makan kamu. Tolong doakan supaya kami diberi Rezeki yang cukup sehingga kami bisa memberimu makan lagi." Entah ia mengerti atau tidak, tapi ia lalu ditampung oleh tetangga kami di atas. Ia diperlakukan dengan baik. Aku dengar tetangga kami itu sering menggorengkan telur ketika cipluk datang setelah lelah bermain seharian.
Ketika aku kelas 3, kondisi keuangan membaik, kami bisa memberinya makan lagi, dan Cipluk punya 2 tempat tinggal. Siang itu aku sedang tidur. Lelah pulang sekolah. Tidurku terusik karena Cipluk tidak berhenti menggeram dengan nada mengancam. lalu tetanggaku yang lain mulai berteriak-teriak. Aku terbangun dan keluar, Aku kaget melihat Cipluk sedang berhadap-hadapan dengan seekor ular coklat di carport. Ular itu tegak, siaga dan siap menyerang. Cipluk berusaha membuat ular itu mengabaikan aku ketika aku mengambil sebatang bambu besar dan menghantam kepala ular itu. Ular itu akhirnya mati. Sejak hari itu aku berjanji aku berhutang nyawa pada Cipluk dan akan tetap baik padanya.
Kejadian itu sudah 8 tahun berlalu, Aku sibuk bekerja dan jarang pulang, Cipluk sudah jarang terurus, Sering bertengkar dengan kucing tetangga, tubuhnya mulai penuh luka dan terserang penyakit. Tubuh Cipluk tidak pernah sebesar kucing dewasa umumnya, ia tetap berpenampilan kucing remaja tanggung. Ia tahu jadwal aku pulang, hari-hari aku kerja ia jarang ke rumah, tapi kalau sabtu-minggu, ia akan menyambutku pulang dengan mengeong keras-keras dengan suara paraunya.
Aku sudah berpesan pada orang rumah untuk memberinya makan karena sekarang kira sudah cukup rezeki, Mamih bahkan membelikannya racikan tongkol khusus untuk Cipluk dari pasar. Cipluk sudah punya istri dan anak-anak sekarang. Ia sering mengeong untuk minta makan, tapi segera mengalah ketika isteri dan anak-anaknya datang, setelah mereka selesai makan, cipluk mengeong lagi karena ia sebenarnya masih lapar.
Hari-hari terakhir hidupnya, Cipluk selalu berusaha dekat denganku, menghalangi aku ketika akan memasukkan motor. Malam sebelum kematiannya aku masih memberikannya sepotong kain dari handuk dan sebelah kauskaki sebagai alas tidurnya untuk menggantikan sepatuku. Cipluk memang suka tidur di sepatu kalau sepatuku lupa dimasukkan.
Siang ini adik perempuanku mengabarkan Via YM :
"Just want 2 say berita duka... Telah pergi k alam lain, cipluk, dalam usia 70 thn (waktu kucing) d deket krancang jemuran.smg dia lebih bahagia d alam sana. Aa jgn kangen y.skrng g ad yg ngeong2 lg kl aa pulang."
Air mataku tak tertahan lagi, mungkin kalian menertawakanku yang terlihat kekanakan menangisi kucing peliharaan yang mati. Tapi bagiku, ia adalah Makhluk tuhan yang aku sayangi dan ia pernah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan hidupku dari seekor ular yang mencoba masuk ke dalam rumah.
"Selamat Jalan Pahlawanku, semoga Allah menjagamu dan membahagiakanmu disisi-Nya."
October 2002 November 2002 December 2002 January 2003 April 2003 May 2003 June 2003 March 2004 April 2004 May 2004 July 2004 September 2004 November 2004 January 2005 February 2005 March 2005 April 2005 May 2005 June 2005 August 2005 October 2005 November 2005 December 2005 February 2006 July 2006 August 2006 September 2006 October 2006 November 2006 December 2006 January 2007 February 2007 October 2007 March 2008 June 2008
Subscribe to Posts [Atom]
more shots...
@flickr